Panduan Teknologi Penuh Inspirasi

 


Polymath

0
Posted April 27, 2017 by Joko Nurjadi in Opini

Ia seorang entrepreneur, penyiar radio, pencipta lagu, pilot, penulis buku, membuat jenis bir sendiri, atlet olahraga anggar, musisi, dan vokalis sebuah band legendaris. Siapakah dia?

Dia adalah Bruce Dickinson, di dunia musik dikenal sebagai vokalis band heavy metal asal Inggris, Iron Maiden. Namun selain bermusik, ia juga memiliki segudang pencapaian lain seperti yang telah disebutkan.

Bruce Dickinson adalah seorang mutli talenta, memiliki banyak keahlian dan passion, atau kadang disebut dengan istilah polymath. Barangkali contoh polymath paling terkenal adalah Leonardo da Vinci, tidak ada yang meragukan keahilannya melukis melalui karya Mona Lisa atau The Last Supper. Namun bukan hanya pelukis, Leonardo juga seorang pakar anatomi, matematika, botani, geologi, dan berbagai cabang sains dan seni. Ia juga berperan dalam penemuan parasut, tank, helikopter, dan berbagai desain kendaraan perang. Serta masih banyak lagi keahliannya yang lain.

Seorang polymath memang mengagumkan dan menginspirasi. Tidak setiap hari kita bertemu polymath yang seakan sudah mirip superhero di dunia nyata. Tidak perlu seperti Leonardo da Vinci, polymath modern seperti Bruce Dickinson sudah cukup mengundang decak kagum. Contoh lain adalah Natalie Portman, ia lulusan Universitas Harvard, penari balet handal, mempelajari bahasa Perancis, Jepang, Jerman, dan Arab. Anda mungkin mengenalnya melalui film-film populer seperti Black Swan (yang mengantarkannya meraih oscar sebagai aktris terbaik) atau film superhero Thor.

Kebanyakan dari kita tidak berpikir untuk menjadi polymath. Cukup  memiliki pekerjaan utama, melakukan beberapa aktivitas lain di waktu senggang seperti olahraga atau memainkan alat musik, namun baru sebatas hobi karena belum sampai tahap serius dan membuahkan prestasi.

Menjadi menarik saat kita mencoba mencari seorang polymath di bidang IT yang sering  melahirkan orang-orang pandai. Apakah Bill Gates? Mungkin belum, walaupun ia seorang jenius, langganan hampir setiap tahun sebagai orang terkaya sedunia, membuat buku, berinvestasi dan seterusnya, tetapi keahliannya tidak pada bidang yang berseberangan. Fokusnya tetaplah teknologi. Buktinya ia menyerah di tangan Magnus Carlsen dalam pertandingan catur yang hanya berlangsung selama kurang dari 2 menit.

Atau Anda mengenal seorang rekan IT yang polymath? Mungkin terlihat dari CV-nya yang berisi berbagai keahlian dan penghargaan. Tapi hal ini biasanya lebih sering karena seseorang terpaksa belajar hal yang baru karena tuntutan teknologi yang berubah cepat.

Contohnya, seorang programmer dapat menuliskan di CV bahwa ia menguasai berbagai bahasa pemrograman dari Pascal, COBOL, dBase, Visual Basic, ASP, PHP, Java, dan seterusnya. Tapi semua itu dipelajari seiring apa yang dibutuhkan teknologi yang terus berkembang. Era booming Internet misalnya, akan banyak melahirkan programmer website. Begitu juga era perangkat mobile seperti saat ini, akan banyak melahirkan programmer aplikasi mobile. Tidak mungkin ia terus menggunakan bahasa pemrograman yang sama pada saat teknologi tidak lagi mendukungnya.

Jadi jika Anda programmer, Anda akan terus berkutat dengan coding, atau Anda dapat menapak jenjang karir di dunia IT sampai dengan posisi atau jabatan yang cukup baik. Namun Anda harus tetap terus terlibat agar dapat selalu mengikuti arus teknologi yang sangat cepat.

Biasanya pencapaian paling mentok seseorang atau perusahaan di bidang IT adalah dengan menghasilkan sebuah produk atau layanan yang diakui. Karena itu image Bill Gates adalah bos Microsoft, image Mark Zuckerberg adalah bos Facebook, dan seterusnya.

Tapi sebenarnya Anda yang di bidang IT dapat menjadi polymath, biarpun tentu tidak mudah. Contohnya Anda yang mengoprek security issue dapat menjadi pakar keamanan, Anda juga dapat memanfaatkan keahlian IT untuk bidang lain seperti musik, investasi, e-commerce, dan seterusnya. Memang banyak yang perlu dipelajari, namun jika mampu, maka Anda adalah seorang IT polymath yang menguasai semua bidang itu. Apakah itu yang akan dilakukan Leonardo da Vinci jika masih hidup saat ini? Bisa jadi, namun ia harus bersaing dengan Google yang tampaknya juga memiliki visi menjadi polymath.

(Visited 102 times, 1 visits today)

Share artikel ini melalui:
Share on Facebook1Tweet about this on TwitterShare on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone

About the Author

Joko Nurjadi
Joko Nurjadi

... just another name and form.

Latest
 
 

Read more:
Smartwatch Baru LG Muncul di Geekbench

Sudah lama LG menyiapkan Smartwatch terbarunya LG Watch Sport dan LG Watch Style. LG watch Sport memiliki model yang cukup...

Close