Panduan Teknologi Penuh Inspirasi

 


Menguak Kecerdasan Search Engine

1
Posted January 3, 2017 by Joko Nurjadi in Know How

“Googling dulu baru nanya…” Anda tentu sering mendengar kata “googling” seperti ini diucapkan. Sampai kapan?

Googling” yang kurang lebih berarti “cari di Google” memang menunjukkan dengan jelas popularitas dan dominasi Google sebagai jawara search engine di dunia Internet, bahkan kata “googling” secara resmi telah ditambahkan pada Oxford English Dictionary.

Sementara itu dalam kurun waktu kurang lebih 10 tahun terakhir, cukup banyak search engine yang telah dikembangkan oleh berbagai pihak, yang tentunya semua berambisi untuk menggeser dominasi Google. Salah satu contoh, mungkin Anda masih ingat cuil.com yang dikembangkan oleh mantan karyawan Google (Anna Patterson dan Russel Power), mereka mengklaim bahwa cuil.com memiliki index pencarian terbesar. Tetapi sejak diluncurkan Juli 2008 hingga saat ini (update: cuil.com sudah tidak dapat diakses), cuil.com belum mampu menunjukkan persaingan yang signifikan dengan Google.

Know how kali ini membahas search engine dari sisi fungsionalitas dan teknologinya, bukan untuk mencari yang terbaik, tetapi agar pembaca dapat memahami kecerdasan search engine, sehingga dapat memanfaatkan teknologi yang tersedia sebaik mungkin.

Cara Search Engine Memperlakukan Keyword

Kalau ditilik dari arti katanya – search engine – yang berarti mesin atau tools untuk mencari informasi, maka hampir semua aplikasi memilikinya, terutama aplikasi yang menyimpan informasi dalam ukuran relatif besar. Tidak perlu jauh-jauh membayangkan aplikasi database yang kompleks, ambil contoh program regedit dari Windows, yang memiliki fungsi search mencari string tertentu, atau perintah command prompt sederhana seperti dir yang memiliki parameter /s untuk mencari kedalam sub-directory.

Tetapi saat search engine yang dimaksud adalah web search engine, maka Anda berhadapan dengan data dan informasi yang luar biasa besarnya dan terus bertambah dengan sangat cepat, sehingga saat ini Anda tidak perlu memiliki televisi atau radio untuk menjadi orang yang paling update mengenai gosip terbaru. Tetapi apakah cukup jika sebuah search engine mencari hanya berdasarkan sebuah keyword, untuk kemudian menampilkan semua informasi yang mengandung keyword tersebut?

Untuk menjawabnya, cukup bayangkan Anda berada di dalam perpustakaan raksasa yang selalu diisi buku dan literatur baru setiap harinya. Lalu Anda ingin mencari sebuah kata, misalnya “sixth sense”. Karena terlalu banyak buku yang ada, Anda mengatakan pada penjaga perpustakaan yang berperan sebagai search engine, “saya ingin mencari sixth sense”.

Apakah Anda dapat membayangkan bagaimana mekanisme dan hasil yang ditampilkan jika sang penjaga perpustakaan mencari hanya berdasarkan keyword? Buku akan dicari satu-persatu secara berurutan dari rak ke rak, dan setiap buku yang mengandung “sixth sense” akan diberikan pada Anda.

Tentu bukan itu yang Anda inginkan, Anda ingin search engine yang lebih pandai memahami apa yang Anda inginkan. Anda akan lebih senang jika sang penjaga perpustakaan berusaha menebak dan memberikan prioritas beberapa pilihan yang diharapkan akurat, ketimbang memberikan setumpuk informasi yang terlalu banyak dan harus ditelusuri lagi.

Jika Anda kemudian bertanya pada beberapa rekan, apa yang timbul dalam pikiran mereka saat Anda menyebut “sixth sense”, mereka akan menyaring kata tersebut dalam pikiran masing-masing dan mungkin akan mengaitkannya dengan film berjudul “The Sixth Sense” yang dibintangi Bruce Willis. Sebuah respon yang wajar sebagai manusia, apakah mesin dapat melakukan hal yang sama?

Ternyata dari percobaan penulis pada beberapa search engine popular, yaitu google.com, yahoo.com, bing.com, dan wolframalpha.com, seluruhnya meletakkan film “The Sixth Sense” pada urutan pertama, walaupun film tersebut dibuat 10 tahun yang lalu. Dapat disimpulkan, web search engine saat ini sudah mengimplementasikan kecerdasan buatan agar dapat memahami maksud Anda, walau dalam kasus ini logikanya masih sederhana, yaitu mengaitkan keyword pencarian Anda dengan pencarian yang popular atau memiliki rank tertinggi.

1

Yahoo! Mencari Keyword “Sixth Sense”

Semantic Search Engine

Berbeda dengan algoritma sebelumnya yang memperhitungkan popularitas dan rank dari keyword yang diketikkan, metode semantic search mencoba menampilkan hasil yang lebih informatif dengan cara mencoba memahami arti keyword.

Contohnya jika Anda mencari keyword “planet”. Tanpa kemampuan semantic search, sebuah search engine hanya akan mengeluarkan informasi yang mengandung kata “planet”, dan walaupun search engine telah mengurutkan halaman pencarian berdasarkan popularitasnya, tetapi halaman yang berisi “mars”, “venus”, atau nama planet lainnya tidak ikut dicari (walaupun sebagian bisa saja ikut tampil sebagai output karena berdekatan dengan kata “planet”), padahal bisa saja terdapat relevansi yang erat dengan tujuan pencarian Anda.

Anda dapat membayangkan semantic search engine mampu memberikan informasi seperti layaknya Wikipedia, bedanya search engine memanfaatkan engine yang pintar dalam proses mengumpulkan dan memberikan informasi tersebut. Baik search engine maupun wikipedia juga mampu menghasilkan informasi yang aktual, bedanya search engine melakukannya secara otomatis, sedangkan informasi dalam wikipedia harus di-update manual oleh kontributornya.

Semantic search engine sering disebut sebagai search engine masa depan, sebuah kecerdasan yang dapat membantu Anda menarik informasi yang lengkap, tepat, dan cepat dari timbunan terabyte atau bahkan petabyte data. Tetapi masa depan itu tampaknya tidak terlalu jauh, karena saat ini telah tampil beberapa search engine yang mulai mengarahkan enginenya untuk keperluan tersebut.

Wolfram|Alpha

Dikembangkan oleh Wolfram Research, Wolfram|Alpha yang beralamatkan di http://www.wolframalpha.com dirilis ke publik pada tanggal 15 Mei 2009, dan mampu menarik perhatian publik dalam waktu singkat. Terbukti dari peringkat web berdasarkan Alexa.com, situs wolframalpha.com sudah memiliki rank 3089 per 1 Juni 2009, prestasi luar biasa untuk sebuah website yang baru berumur 2 minggu!

Wolfram|Alpha menolak dirinya disebut search engine, dan lebih suka disebut sebagai computational knowledge engine. Memang Wolfram|Alpha berbeda dengan search engine kebanyakan yang mencari di web dan menghasilkan output berupa link, Wolfram|Alpha mencari pada knowledge base internalnya, melakukan komputasi, dan menghasilkan informasi dalam beragam format yang relevan, tergantung dari keyword yang Anda ketikkan.

Jika Anda masih belum dapat membayangkannya, segera arahkan browser Anda ke http://www.wolframalpha.com dan ketikkan beberapa contoh keyword seperti:

1. Samarinda Jakarta

Akan menampilkan perbandingan kota Samarinda dan Jakarta, dilihat dari populasi, jarak (bahkan mencakup lamanya penerbangan), waktu, lengkap dengan peta geografisnya.

2

Hasil pencarian “Samarinda Jakarta” pada WolframAlpha

2. 150 pounds to kg

Melakukan konversi dari 150 pounds ke satuan kilogram. Anda akan mendapatkan hasil konversi dan keterangan tambahan lainnya. Kemampuan konversi seperti ini sebenarnya bukan hal yang baru karena Google telah lama melakukannya, dan sekarang search engine seperti Yahoo dan Bing juga memiliki kemampuan serupa. Tetapi Wolfram|Alpha menampilkannya dengan lebih detail dan lengkap.

3

Hasil pencarian “150 pounds to kg” pada WolframAlpha

3. pcmedia.co.id

Menampilkan statistik website dan informasi lainnya, termasuk menampilkan jumlah link, image, form input, dan seterusnya.

4

Hasil pencarian “pcmedia.co.id” pada WolframAlpha

Selain menunjukkan kemampuan semantic search, Wolfram|Alpha juga menampilkan hasil yang informatif melalui format output yang berbeda-beda tergantung keyword, tetapi selalu terstruktur rapi, terkadang dengan visualisasi yang baik, sehingga memudahkan penyampaian informasi. Pada URL http://wolframalpha.com/examples/ Anda dapat melihat contoh-contoh pencarian lainnya.

Karena Wolfram|Alpha langsung menjawab pertanyaan yang Anda ajukan (ketimbang menampilkan daftar halaman web yang masih berupa kemungkinan menjadi jawaban), maka informasi dapat diperoleh dengan lebih cepat. Walaupun tentu bisa saja jawaban Wolfram|Alpha bukanlah yang kita cari. Contohnya jika Anda memasukkan keyword “Blackberry”, pada search engine lain yang mengutamakan popularitas dan rank, kemungkinan akan banyak menampilkan smartphone Blackberry buatan perusahaan Research In Motion, tetapi Wolfram|Alpha akan mengasumsikan blackberry sebagai jenis buah dan Anda akan mendapatkan informasi berupa komposisi vitamin, kalori, protein dan seterusnya dalam 1 cangkir blackberry.

Bagaimanapun juga, mungkin karena berbasis pengetahuan, Wolfram|Alpha hingga saat tulisan ini dibuat masih melakukan investigasi apakah akan mendukung topik yang mengetengahkan produk komersial.

Di balik kecerdasan Wolfram|Alpha, terdapat 5 juta baris kode Mathematica (nama sebuah program yang juga di develop oleh Wolfram Research) dan ditangani oleh sedikitnya 10 ribu CPU.

Bing.com

Search engine dari Microsoft ini tampaknya akan menjadi kompetitor yang patut diperhitungkan Google, online pada tanggal 3 Juni 2009, popularitas bing.com melesat dengan cepat, pada tanggal 10 Juni 2009 peringkat bing.com berdasarkan Alexa telah mencapai 1547.

Banyak hal baru yang dapat ditemukan pada Bing, jika Google dikenal dengan logo yang kadang berubah tergantung event tertentu, maka tampilan khas bing.com adalah pada gambar latar yang berubah setiap hari. Mirip dengan Google, Bing juga menyertakan fitur pencarian khusus gambar (image), bahkan video, shopping, news, map, dan lain-lain, walaupun beberapa fitur hanya tampil jika konfigurasi diatur pada negara tertentu.

Hasil pencarian juga ditampilkan dengan respon yang cepat, bahkan terkadang banyaknya jumlah result yang diperoleh Bing untuk sebagian keyword melebihi Google. Lalu apakah Bing juga cerdas? Perbedaan yang cukup terasa adalah adanya panel di sebelah kiri (disebut juga dengan Explorer Pane) yang memandu Anda untuk menelusuri lebih jauh sebuah keyword. Contohnya jika Anda mengetikkan keyword “Diablo III” (sebuah game RPG), maka panel sebelah kiri akan menampilkan shortcut link untuk pencarian lebih lanjut yang lebih sempit, apakah yang Anda maksudkan Diablo III Walkthrough, Website, Review, dan seterusnya.

5

Hasil pencarian “Diablo III” pada Bing

Kemudian jika Anda mengetikkan keyword “Swine Flu”, maka beberapa shortcut link yang ditampilkan antara lain adalah Symptoms, Causes, Prevention, Treatment, dan seterusnya. Kalau Anda mengetikkan “planet”, maka akan tampil antara lain “12 Planets”, “Solar System”, “Planet Mars”, dan seterusnya. Intinya, kemampuan semantic search dikerahkan pada engine Bing agar dapat memahami arti keyword yang diketikkan dan mengarahkan pengguna menuju informasi yang tepat.

Bagaimana Bing memiliki kecerdasan seperti contoh diatas? Teknologi di belakang Bing adalah engine yang dikembangkan oleh Powerset, yang di beli Microsoft pada tahun 2008. Powerset membangun natural language engine yang dapat mencari berbagai alternatif jawaban dari pertanyaan pengguna, tidak terpaku pada pencarian berdasarkan keyword saja.

Kecerdasan serupa juga ditunjukkan saat Anda mencari gambar. Terdapat beberapa pilihan yang mempersempit pencarian dengan mengijinkan Anda mencari gambar berdasarkan ukuran, layout, style (apakah berupa foto atau ilustrasi). Saat Anda menyukai gambar tertentu, Anda dapat menampilkan lebih banyak gambar yang serupa dengan memilih link “show similar images”.

6

Show similar images: menampilkan lebih banyak gambar serupa pada Bing

Inovasi Bing yang cukup kontroversial juga ditunjukkan saat Anda mencari video. Video akan tampil dalam bentuk thumbnail, dan video tersebut dapat langsung berjalan dengan mendekatkan mouse pada thumbnail. Ternyata selain cerdas, Bing juga memiliki fitur canggih dan menarik. Beberapa service lainnya dari Bing, antara lain adalah:

1. Map.
http://www.bing.com/maps digunakan untuk mencari lokasi tempat bisnis, alamat, ataupun nama jalan, digambarkan dengan peta yang didukung oleh teknologi Bing Maps, atau dulu dikenal dengan Microsoft Virtual Earth.

2. Shopping.
http://www.bing.com/shopping merupakan tempat untuk menemukan berbagai produk dan berbelanja. Tentunya juga dapat digunakan untuk membaca review dan tanggapan yang ada mengenai produk tertentu.

3. xRank.
http://www.bing.com/xrank menampilkan topik dan pencarian terpopuler. Anda juga dapat mencari selebriti, musisi, politikus, blogger dan melihat peringkat popularitas mereka.

Juga terdapat service lainnya seperti Bing Translator, Bing Travel, Bing News dan seterusnya. Sebagian service memang mirip dengan Google, tampaknya kita akan melihat kompetisi yang menarik antara kedua raksasa ini.

Penutup

Kecerdasan web search engine seakan berpacu dengan semakin banyaknya informasi yang ada di Internet, karena semakin banyak informasi, menimbulkan lebih banyak pilihan, sehingga semakin sulit juga menetapkan keputusan.

Saat ini, kita memiliki banyak search engine handal yang dapat membantu kita, yang tidak terbatas pada search engine yang telah dibahas pada artikel ini. Pertanyaannya, bagaimana menentukan search engine mana yang paling cocok bagi Anda? Tentunya kembali ke preferensi masing-masing, serta manfaat dan kemudahan yang Anda temui dalam menggunakannya.

Lebih Lanjut:

http://en.wikipedia.org/wiki/Googling
http://www.pandia.com/sew/1262-top-5-semantic-search-engines.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Bing_(search_engine)
http://en.wikipedia.org/wiki/Wolframalpha

Sumber: Majalah PC Media 08//2019.

(Visited 285 times, 1 visits today)

Share artikel ini melalui:
Share on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone

About the Author

Joko Nurjadi
Joko Nurjadi

... just another name and form.

Latest
 
  • Huion H640 H950
 

Read more:
Acer Leap Ware, Smartwatch Canggih Tahan Segala Cuaca

Acer mengadakan acara pamer teknologi di New York City dengan memamerkan sekumpulan produk baru. Salah satu produk yang dipamerkan adalah...

Close