Panduan Teknologi Penuh Inspirasi

 


Menilik Pendapatan Iklan Online

0
Posted November 21, 2016 by Joko Nurjadi in Know How

Bis berkeliling warna-warni dengan beraneka ragam gambar. Bukan karena merayakan sesuatu, tapi sebagai media berjalan untuk menampilkan iklan.

Kita sangat sering melihat iklan.Tidak hanya di bis atau papan iklan, namun juga di televisi sampai tiang listrik. Singkatnya apa yang yang dapat dilihat (dan didengar) oleh manusia berpotensi dipasang iklan, tinggal tergantung regulasi. Saat ini iklan sudah merambah ke dunia Internet dengan sangat cepat. Imbas positifnya, setiap website di Internet sangat mungkin meraih penghasilan dari iklan online. Berapa penghasilan yang dapat diraih?

Komponen Iklan

Walaupun perbincangan mengenai iklan online sangat ramai, tetapi jangan lupakan konsep dasar iklan konvensional karena basisnya tetap sama. Tujuan iklan adalah untuk mempromosikan sesuatu, entah barang, jasa, atau ide. Kita membaginya dalam beberapa komponen berikut.

  • Advertiser.  Yaitu penyedia iklan. Sebagai contoh, perusahaan jamu PT Pahit Nikmat ingin mengenalkan produk jamunya pada khalayak ramai. Maka PT Pahit Nikmat disebut advertiser.
  • Publisher. Yaitu penerbit iklan. Menyambung contoh sebelumnya, PT Pahit Nikmat menggunakan jasa sebuah stasiun radio untuk menyampaikan iklannya. Di sini stasiun radio tersebut menjadi publisher.
  • Audience atau untuk lebih mudahnya bisa disebut pengguna/ user. Yaitu penerima/ target iklan. Kembali pada contoh sebelumnya, produk jamu dari PT Pahit Nikmat yang diiklankan melalui siaran radio akan diterima oleh pendengar siaran tersebut.

Hasil ideal yang diharapkan adalah produk tersebut bermanfaat  bagi user yang membutuhkannya, advertiser meraih pendapatan dari penjualan produk dan  publisher menerima pembayaran dari advertiser karena membantu mengiklankan produk.

Publisher iklan konvensional pada umumnya adalah media populer seperti radio, televisi, surat kabar, majalah, dan lain-lain. Sedangkan pada ranah online, website pribadi pun dapat menjadi publisher dengan menampilkan iklan online.

Iklan Online

Sejak booming dotcom sekitar tahun 1997 – 2000, perlahan tapi pasti para advertiser mulai membidik untuk mengiklankan produk mereka di Internet. Ini diawali dengan memperluas usahanya ke dunia Internet. Berbagai perusahaan komersial ramai membuat website dan mengukuhkan diri eksis di Internet, lalu mengiklankan produk mereka dengan berbagai cara seperti mengirimkan e-mail promosi atau memasang banner iklan pada website afiliasinya.

Saat ini iklan juga dapat ditampilkan pada search engine, aplikasi/ game online, blog dan sebagainya. Ada perbedaan signifikan antara iklan konvensional dan iklan online. Publisher iklan konvensional umumnya adalah media tertentu yang dapat menjangkau banyak orang, misalnya surat kabar, radio, majalah, atau jasa tertentu yang menawarkan penyebaran iklan dalam bentuk flyer atau brosur. Jika dihitung, pilihan publisher konvensional jauh lebih sedikit dibandingkan publisher online. Publisher online sangat bervariasi, terdapat jutaan website dan aplikasi yang berpotensi menjadi publisher, pilih yang mana dan bagaimana caranya?

Pada tahun 2000, Google memanfaatkan peluang ini dengan mengeluarkan AdWords yang memecahkan masalah tersebut. Melalui AdWords, advertiser mendaftarkan websitenya dan memasukkan informasi seperti alamat website, kata kunci (keyword), dan seterusnya. Sebagai advertiser, Anda hanya membayar pada Google jika iklan telah bekerja misalnya dengan cara seseorang mengklik atau mengunjungi website Anda. Lalu bagaimana AdWords menampilkan iklan tersebut?

adword

keyword

AdWords akan menampilkan iklan Anda sesuai dengan target user yang ditentukan oleh berbagai faktor seperti keyword dan lokasi. Jadi bisa dikatakan AdWords merupakan sistem yang bekerja sebagai perantara antara advertiser dan publisher. Iklan dari advertiser dapat muncul pada pencarian search engine Google, website-website yang memasang Google AdSense,berbagai aplikasi mobile, atau  website-website dalam jaringan Google seperti Gmail atau YouTube. Dalam hal ini mekanisme periklanan ditangani seluruhnya oleh AdWords.

Lalu apakah Google AdSense yang mungkin sudah sering Anda dengar? Google AdSense adalah program periklanan yang beroperasi sejak tahun 2003. AdSense membangun  kerjasama antara Google dan pemilik website/ blog. Website yang telah mendaftar Google AdSense dan di-approve, dapat memasang unit iklan pada website mereka. Keuntungan dari hasil klik iklan yang disebut pay per click/ ppc (ataupun metode lainnya) akan dibagikan pada pengguna Google AdSense. Dari sinilah para blogger, pemilik website, termasuk juga para pemilik channel YouTube mendapatkan penghasilan yang bisa jadi sangat besar.

Namun dari keseluruhan sistem ini, pendapatan terbesar diraih pihak Google. Sampai saat ini, AdWords menjadi pemasukan terbesar bagi raksasa Internet ini. Periklanan online menghasilkan keuntungan yang luar biasa, seperti juga yang didapatkan Facebook dengan sistem periklanannya sendiri.

Sebagai catatan, Google AdWords/ AdSense bukanlah satu-satunya jaringan periklanan online yang dapat digunakan oleh website Anda. Beberapa alternatifnya antara lain adalah:

 

statista

Pendapatan Iklan Konvensional

Karena terdapat tiga komponen inti dalam dunia iklan (advertiser, publisher, user), maka jika ingin mengetahui pendapatan iklan, kita harus bertanya secara spesifik, pendapatan untuk siapa? Dari alurnya, jelas bahwa pendapatan iklan merujuk pada pendapatan dari pihak publisher. Mengapa? Karena advertiser adalah pihak yang umumnya mengeluarkan uang untuk membayar publisher. Jika advertiser memilih memasang iklannya pada televisi sebagai publisher, pada ia akan membayar pada stasiun televisi tersebut. User sebagai komponen ketiga juga tidak meraih pendapatan, karena merekalah target yang menjadi calon pembeli produk si advertiser.

Berapa pendapatan publisher iklan konvensional? Angkanya tentu relatif, namun umumnya publisher telah memasang patokan harga yang jelas. Pada televisi misalnya, harga pemasangan iklan tergantung dari rating program acara, jam penayangan, jenis penyiaran (misalnya siaran langsung mematok harga lebih mahal dibandingkan siaran ulang). Angkanya dapat mencapai jutaan untuk tayang per 30 detik. Pada tahun 2015, penghasilan iklan televisi terbesar diraih oleh RCTI yang mencapai 9,9 triliun rupiah.

Demikian juga dengan media lainnya seperti radio dan surat kabar. Semuanya memiliki patokan harga sendiri sesuai dengan penempatan dan kriteria lainnya.

Bagaimanapun, kehadiran iklan online terkadang dianggap mengganggu iklan konvensional. Tidak dapat dipungkiri banyak publisher iklan konvensional yang pendapatan iklannya berkurang dari tahun ke tahun dengan semakin pesatnya informasi digital.

Pendapatan Iklan Online

Salah satu contoh media konvensional yang terkena imbas dunia online adalah surat kabar. Salah satu hasil riset dari Pew Research Center menganalisis data 10 tahun dari Newspaper Association of America dan menampilkan grafik perbandingan keuntungan iklan konvensional (print) dan online dari tahun 2004 sampai 2014. Kecenderungannya adalah keuntungan iklan konvensional cenderung turun dari tahun ke tahun, sebaliknya keuntungan iklan online cenderung naik dari tahun ke tahun.

pew

Di dunia periklanan online, publisher iklan online lebih beragam. Dari perusahaan besar sampai perorangan dapat menjadi publisher. Lalu berapa pendapatan mereka? Mungkin tidak ada yang mengetahui secara tepat kecuali si publisher itu sendiri. Namun kita dapat mencoba mengira-ngira dengan menggunakan layanan tertentu.

Siteworthtraffic.com/ Siteworthchecker.com

Terdapat beberapa website yang memberikan layanan untuk menghitung estimasi pendapatan iklan online sebuah website. Mungkin kita tidak dapat mengharapkan estimasi ini memiliki tingkat akurasi yang sangat tinggi, namun setidaknya mampu memberikan gambaran kasar traffic dan pendapatannya.

Mari mulai dengan website-website lokal populer di Indonesia. Misalnya detik.com. Hampir semua orang mengetahui website berita yang satu ini. Estimasi pendapatannya dapat dilihat di http://www.siteworthtraffic.com/report/detik.com dan http://www.siteworthchecker.com/detik.com.

detik

detik2

Berdasarkan peringkat Alexa (www.alexa.com) sesuai dengan saat artikel ini ditulis, kita dapat membuat sebuah tabel perbandingan top 10 website-website buatan Indonesia yang menempati peringkat tertinggi beserta estimasi pendapatannya sebagaimana tertera di bawah. Perhatikan bahwa peringkat Alexa terbagi dua peringkat, yaitu peringkat lokal (Indonesia) dan global (dunia).

No Website Peringkat Alexa

lokal/global

Estimasi pendapatan/hari versi siteworthtraffic.com Estimasi pendapatan/hari versi siteworthchecker.com
1 detik.com 6/170 $ 5,910 $ 18,358
2 tribunnews.com 8/200 $ 5,140 $ 15,624
3 tokopedia.com 9/351 $ 2,929 $ 8,941
4 kaskus.co.id 10/326 $ 3,082 $ 9,621
5 kompas.com 11/338 $ 3,042 $ 9,282
6 liputan6.com 12/348 $ 2,913 $ 9,018
7 bukalapak.com 13/387 $ 2,619 $ 8,115
8 kapanlagi.com 14/350 $ 2,937 $ 8,966
9 okezone.com 16/518 $ 1,985 $ 6,077
10 merdeka.com 18/425 $ 2,385 $ 7,395

Sekali lagi perlu diingat bahwa faktor-faktor yang digunakan untuk melakukan estimasi pendapatan sangat banyak dan tidak hanya tergantung peringkat Alexa. Faktor lainnya adalah view/kunjungan halaman dan visitor unik. Cara perhitungan pun bervariasi.

Socialblade.com

Website dan blog bukan satu-satunya sumber pendapatan iklan online. Saat ini Anda pun dapat menghasilkan hal serupa melalui YouTube. Caranya: buat channel YouTube, upload video yang menarik, monetize dan hubungkan dengan akun AdSense Anda. Banyak video YouTube terbukti mampu memiliki view sangat tinggi yang berarti pula memperbesar kemungkinan pemilik video meraih keuntungan dari iklan online.

Terdapat pula layanan untuk memberikan estimasi pendapatan khusus dan informasi lainnya untuk channel YouTube, yaitu www.socialblade.com. Saat artikel ini ditulis, channel YouTube dengan subscriber terbanyak adalah channel PewDiePie (/www.youtube.com/PewDiePie) yang dimiliki oleh Felilx Kjellberg. Rekor ini telah dipegangnya sejak Agustus 2013. Total jumlah subscriber mencapai 45 juta dan total view keseluruhan video mencapai 12 milyar lebih. Estimasi pendapatan perbulannya berada pada kisaran $73.9K – $1.2M. Ambill estimasi terendah yaitu $73.9K, pendapatan perbulan channel ini jika dikonversi dengan kurs rupiah sekarang (kurang lebih Rp. 13.400 saat artikel ini ditulis) maka nilainya mencapai 990 juta rupiah atau hampir 1 milyar/bulan. Untuk sebuah channel YouTube milik perorangan, tentu saja ini nilai yang fantastis.

youtube

Mungkin Anda berpikir, kalau demikian Anda harus mengumpulkan subscriber sebanyak-banyaknya. Namun jika jumlah subscriber menjadi patokan besarnya pendapatan, maka ini adalah hal yang keliru. Lihat channel YouTube https://www.youtube.com/mileiq milik perusahaan teknologi MileIQ yang membuat aplikasi Automatic Mileage Tracker. Aplikasi ini berguna bagi negara-negara yang menerapkan pajak/jalan seperti di Amerika. Dengan subscriber “hanya” sekitar 1800 dan 10 video, estimasi pendapatan channel ini menurut socialblade.com adalah $63.9K – $1M/bulan. Walaupun hanya menyediakan sedikit video, salah satu videonya telah dilihat lebih dari 37 juta kali.

mileiq

Bagaimana dengan channel Indonesia? Anda dapat melihat daftar 100 channel Indonesia dengan subscriber terbanyak di http://socialblade.com/youtube/top/country/id/mostsubscribed.

Saat ini rekor teratas dipegang oleh channel milik Raditya Dika yang termasuk kategori komedi. Channel ini memiliki sekitar 1,8 juta subscriber dengan estimasi pendapatan $3.4K – $55K/bulan.

channel-indonesia

Similarweb.com

Salah satu layanan yang sering menjadi acuan user saat menilai sebuah website adalah similarweb.com. Website ini sebenarnya tidak memberikan estimasi pendapatan iklan, namun memberikan informasi traffic website yang rinci namun mudah dipahami karena berbentuk grafik yang auto-generated. Salah satu yang berhubungan dengan iklan adalah bagian Display Advertising.

nytimes

Contohnya jika Anda ingin mengetahui informasi mengenai website resmi New York Times, maka kunjungi www.similarweb.com lalu ketikkan domain www.nytimes.com. Atau lihat pada URL www.https://www.similarweb.com/website/nytimes.com#display, akan tampil informasi bahwa 0.44% traffic nytimes.com berasal dari iklan. Juga ditunjukkan top publisher yang menyumbangkan traffic ke nytimes.com melalui iklan. Bahkan juga ditunjukkan jaringan iklan (Ad Networks) yang digunakan.

Iklan di Aplikasi Mobile

Jika iklan online melalui website sudah dikenal cukup lama, maka iklan di aplikasi mobile masih terhitung seumur jagung dibandingkan website. Namun seiring dengan perkembangan perangkat mobile yang sangat pesat, aplikasi-aplikasi mobile pun membanjir tidak habis-habisnya. Anda selalu dapat menemukan aplikasi baru di Google Play Store atau Apple App Store. Seorang programmer dapat membuat aplikasi/ game online yang dapat di-download gratis, namun memasang iklan pada aplikasinya sehingga dapat menghasilkan uang. Terutama jika aplikasi/ game  tersebut menjadi populer dan banyak digunakan/ dimainkan.

Seperti juga di website dengan Google AdSense dan seterusnya, di mobile juga terdapat program/ layanan serupa. Antara lain Google Admob, VServ, Tapjoy, InMobi, atau Smaato.

mobile-ad-networks

Namun tidak semua aplikasi/ game  online mengandalkan pendapatan dari iklan. Anda dapat membuat aplikasi/ game berbayar, ataupun freemium (gratis, namun berbayar untuk fitur tertentu seperti membeli item, dan seterusnya). Clash of Clans misalnya, merupakan mobile game online jenis freemium yang mampu menghasilkan estimasi pendapatan $1,240,745 setiap harinya, menurut https://thinkgaming.com/app-sales-data/1/clash-of-clans, Walaupun tidak mengandalkan iklan, namun kita melihat potensi user yang sangat banyak.

coc

Tidak sedikit juga aplikasi/ mobile game online yang sukses dengan mengandalkan iklan. Game Flappy Bird yang hanya dibuat dalam beberapa hari oleh developernya pernah menghebohkan dunia karena mampu menghasilkan $50K dalam sehari.  Contoh lainnya adalah Angry Birds atau Cut the Rope, atau Fruit Ninja yang dapat menghasilkan sekitar $400K perbulan dari iklan online.  

Jelas bahwa pertumbuhan iklan online membuka kesempatan baru, sekaligus juga kompetisi baru. Siapkah Anda?

(Visited 422 times, 1 visits today)

Share artikel ini melalui:
Share on Facebook1Tweet about this on TwitterShare on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone

About the Author

Joko Nurjadi
Joko Nurjadi

... just another name and form.

Latest
 
 

Read more:
Yin & Yang Teknologi

Keseimbangan membuat roda terus berputar. Dua hal yang bertentangan sesungguhnya saling melengkapi dan menciptakan keseimbangan. Kurang lebih demikian yang kita ketahui dari...

Close