Panduan Teknologi Penuh Inspirasi

 


The Power of Slogan

0
Posted October 3, 2016 by Joko Nurjadi in Opini

Dapatkah Anda menjawab pertanyaan berikut tanpa googling: apakah slogan Microsoft?

Jawabannya tergantung apakah slogan Microsoft berbekas di ingatan Anda. Tapi slogan yang mana? Sejauh ini, Microsoft telah beberapa kali mengganti slogan. Sejak tahun 1994, Microsoft menggunakan slogan “Where do you want to go today?”, lalu terus berganti seiring waktu. Pada iklan Super Bowl tahun 2014, slogan yang digunakan adalah “Empowering us all”.

Bukan hanya perusahaan sebesar Microsoft saja yang memikirkan slogan, perusahaan kecil pun demikian. Lihat berbagai website, banyak sekali yang menuliskan slogan (atau dikenal juga dengan istilah tagline) di bawah atau di samping logo perusahaan. Lebih jauh lagi, slogan juga digunakan untuk banyak hal seperti kampanye politik, produk, event, atau mungkin Anda sudah menciptakan slogan hidup untuk diri sendiri.

Seberapa penting sebuah slogan? Tergantung popularitas slogan tersebut. Slogan yang sukses adalah slogan yang melekat dengan bisnis/ perusahaan. Praktisi IT umumnya mengetahui bahwa “Don’t be evil” adalah slogan Google walaupun telah diganti dengan “Do the right thing”. Nokia pada masa jaya juga memiliki slogan yang sangat akrab: “Connecting people”.

Salah satu cara untuk membuat slogan melekat adalah dengan memasukkan nama entitas itu sendiri ke dalam slogan. Misalnya “America Runs on Dunkin’”, slogan milik siapa lagi kalau bukan Dunkin’ Donuts? Cara lain adalah dengan membuat iklan yang menarik atau jingle yang mudah diingat.

Semua contoh di atas adalah slogan perusahaan-perusahaan luar. Bagaimana di Indonesia? Sederet slogan populer berikut pasti sangat akrab buat Anda: “Indomie Seleraku” (Indomie), “RCTI Oke” (RCTI), “Orang Pintar, Minum Tolak Angin” (Tolak Angin), atau “Memang Beda” (tvOne).

Walau kadang hanya berupa kalimat singkat, slogan jelas sangat penting. Dibutuhkan kreativitas dan mungkin tenaga profesional khusus untuk membuat slogan yang serius. Slogan berusaha mengedepankan sisi penting. “Think Different” dari Apple jelas menggambarkan inovasi. Terhitung 1 tahun sejak iklan dengan slogan ini dirilis, saham Apple meningkat 3 kali lipat. Dulu, Apple tidak dianggap sebagai perusahaan pencipta produk revolusioner. Tapi waktu membuktikan bahwa perusahaan tua ini mampu tampil beda dan menciptakan produk-produk inovatif.

Untuk layanan/produk berbasis Internet di Indonesia, tampaknya untuk urusan slogan kita harus lebih memperhatikannya. Apalagi semakin banyak startup bermunculan. Mungkin Anda pernah mendengar slogan-seperti “Online Shopping Mall di Indonesia”, “Online Shop #1 in Indonesia”, “Online Shopping Indonesia” dan sejenisnya. Kata “online” walaupun sering digunakan namun saat ini sudah semakin tidak bermakna. Alih-alih slogan, kata-kata seperti itu lebih mirip dengan keyword search engine. Slogan dan keyword tentu berbeda. Terbukti pula jika slogan-slogan tersebut dicari di Google, posisi teratas biasanya bukanlah website pemilik slogan. Namun misalnya Anda mencari keyword “think different” yang merupakan kata yang sangat umum dalam bahasa Inggris, justru hasil pencarian yang keluar rata-rata berkaitan dengan perusahaan Apple. Itulah the power of slogan.

Website e-commerce di luar negeri rata-rata memiliki slogan yang menarik seperti “Work hard, have fun, make history” (Amazon), “Save Money, Live Better” (Walmart) atau eBay yang memiliki beberapa slogan antara lain “Buy it New, Buy it Now” dan “When it’s on the mind, it’s on eBay”.

Namun ada juga beberapa website e-commerce Indonesia dengan slogan yang cukup unik seperti “Cara tepat jual cepat” (olx.co.id),“Ciptakan peluangmu” (tokopedia.com), atau “Big Choices, Big Deals” (blibli.com).

Slogan bukan cita-cita. Jika Anda menganggap demikian, maka akan tercipta slogan berisi angan-angan yang mengandung kata “terdepan”, “terbaik” dan kata-kata muluk dan pasaran lainnya. Slogan adalah identitas yang harus terus dipertahankan. Jika perlu mengganti slogan, seharusnya hanya sebagai penyesuaian dengan kondisi terkini. Slogan yang berhasil akan ikut membentuk branding. Jalan menuju ke sana adalah dengan membuktikan slogan yang dibuat bukanlah slogan kosong.

(Visited 218 times, 1 visits today)

Share artikel ini melalui:
Share on Facebook2Tweet about this on TwitterShare on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone

About the Author

Joko Nurjadi
Joko Nurjadi

... just another name and form.

Latest
 
 

Read more:
Motherboard baru X99 dan Z170 CARBON Edition dengan MYSTIC LIGHT

PC Media - Motherboard GAMING MSI didedikasikan untuk pengalaman gaming dan kinerja terbaik. Dengan 2 model edisi khusus CARBON terbaru, yakni...

Close