Panduan Teknologi Penuh Inspirasi

 


Huawei Dukung Percepatan Transformasi Digital dan Membangun Dunia yang Terkoneksi dengan Lebih Baik

0
Posted April 20, 2016 by Meutia Ahri in News

Jakarta, 12 April 2016 – Huawei Technologies Co. Ltd (Huawei), penyedia solusi teknologi informasi dan komunikasi (TIK) global terkemuka, hari ini menyelenggarakan Global Analyst Summit ke-13 yang berlangsung pada 11 – 12 April 2016 di Hotel Intercontinental, Shenzhen, Tiongkok. Acara yang bertemakan “Growing Together through Digitalization and Building a Better Connected World” (Tumbuh Bersama melalui Digitalisasi dan Membangun Dunia yang Terkoneksi dengan Lebih Baik), menjelaskan lebih lanjut strategi Huawei dalam mengembangkan dunia yang terkoneksi dengan lebih baik, serta mendiskusikan pemikiran strategis, produk, and perkembangan di bidang komputasi awan (cloud), Internet of Things (IoT), dan transformasi operasi. Pada acara ini, Huawei juga memperkenalkan strategi All Cloud yang dirancang berdasarkan trend industry terkini, menekankan kegigihan Huawei dalam mendukung konsumen, meningkatkan pengalaman end-user, dan membuktikan komitmen Huawei untuk terus berinovasi dan mendukung pembangunan industri TIK. Acara ini dihadiri oleh lebih dari 500 analis dan pelaku usaha dari industri telekomunikasi, internet, perbankan, serta industri lainnya. Dalam acara ini, perwakilan dari organisasi industri, termasuk Forum NB-IoT (NarrowBand- Internet of Things), OpenStack, Forum TM (TeleManagement Forum), dan The Open Group juga berbagi pandangan dan pengalaman mereka dalam mengembangkan industri.

Strategi “All Cloud” milik Huawei merekonstruksi penuh jaringan infrastruktur dalam empat bidang, yaitu peralatan, jaringan, layanan, dan operasi. Strategi ini bertujuan untuk menciptakan kekuatan sistematis pada sumber perangkat keras (hardware), mendistribusikan arsitektur perangkat lunak (software) dan otomatisasi penuh. Dengan menerapkan strategi ini, seluruh jaringan akan beralih menggunakan arsitektur yang fokus pada pusat data. Tidak hanya itu saja, seluruh fungsi jaringan, layanan, dan aplikasi akan menggunakan pusat data awan (Cloud DC). Saat ini, Huawei sudah menanamkan investasi yang sangat besar di bidang infrastruktur pusat data awan (termasuk komputasi, penyimpanan, dan perangkat keras untuk pengalihan pusat data), FusionSphere – sebuah sistem operasi awan, FusionInsight – platform Big Data, dan FusionStage – PaaS (Platform as a Service) yang terdistribusi. Selain itu, melalui platform arsitektur cloud terpadu FusionCloud, Huawei menyediakan solusi end-to-end cloud yang terbuka, hybrid, dan terintegrasi untuk memenuhi kebutuhan digitalisasi perusahaan dalam setiap fase pengembangan.

Eric Xu, Rotating CEO of Huawei, mengatakan “Dalam era Internet Protocol (IP), Huawei menawarkan strategi tunggal yang dapat mendukung operator secara efektif. Saat kita menghadapi transformasi digital untuk industri yang berbeda, kami menganjurkan cloudification penuh untuk membangun jaringan yang efisien dan daya saing yang gesit. Oleh karena itu tahun ini kami memperkenalkan strategi All Cloud yang mencakup seluruh strategi cloudification yang fokus untuk memberikan pengalaman ROADS (Real-time, On-demand, All-online, DIY, dan Social).”

Layanan yang berpusat pada konsumer (customer-centric) dan mendukung keberhasilan konsumer merupakan landasan dari semua strategi Huawei. Untuk itu, Huawei mendefinisikan strategi pengembangan untuk tiga grup bisnis Huawei. Untuk bisnis operator, Huawei akan menyajikan pengalaman ROADS, mewujudkan koordinasi dan orkestrasi jaringan end-to-end, dan mencapai cloudification yang seutuhnya. Untuk bisnis enterprise, Huawei akan mewujudkan teknologi komputasi awan, SDN, dan Big Data untuk memfasilitasi digitalisasi perusahaan agar dapat beroperasi secara gesit dan pintar. Sementara itu, untuk bisnis konsumen, Huawei akan memastikan pertumbuhan berkelanjutan untuk merek, kualitas, pengalaman pengguna, dan ekosistem.

Selain memperkenalkan strategi All Cloud, Huawei juga mengumumkan hasil penelitian Global Connectivity Index (GCI) 2016 yang mengukur perkembangan investasi dan penyebaran TIK untuk mewujudkan digitalisasi ekonomi di 50 negara berdasarkan 40 indikator yang meliputi ketersediaan, permintaan, pengalaman, dan potensi dari lima enabler teknologi: pita lebar, pusat data, cloud, big data, dan IoT. Hasil dari penelitian ini menunjukkan bahwa investasi dalam infrastruktur digital berkaitan erat dengan pendapatan domestik bruto karena infrastruktur digital meningkatkan dinamika ekonomi, efisiensi, dan produktivitas. Untuk meningkatkan pendapatan domestic bruto, negara perlu untuk fokus pada teknologi dengan berinvestasi dalam teknologi baru dan memastikan teknologi ini diadopsi dengan baik oleh pemerintah, industri, dan masyarakat. Menurut penelitian ini, Indonesia termasuk salah satu negara yang memiliki angka rata-rata konektivitas nasional yang meningkat dibandingkan dengan tahun lalu. Tahun ini Indonesia menempati peringkat ke-41, naik dua posisi dibandingkan tahun lalu, yang disebabkan oleh peluncuran pita lebar sehingga mempengaruhi pengembangan pusat data. Pemerintah Indonesia juga semakin serius dalam menggunakan TIK untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat dengan menerapkan solusi mobile yang dapat menambah penyerapan teknologi oleh masyarakat dan organisasi. Penggunaan mobile broadband mengalami pertumbuhan cukup tinggi yang disebabkan oleh bertambahnya jumlah perusahaan telekomunikasi, sehingga pemerintah dapat menggalakkan penggunaan komputasi awan yang terjangkau untuk Usaha Kecil dan Menengah (UKM) di seluruh Indonesia, dan juga menggunakan TIK untuk mentransformasi bisnis serta mengembangkan e-commerce. Saat ini, Indonesia memiliki posisi pertumbuhan pendapatan domestik bruto yang kuat untuk beberapa tahun ke depan.

“Saat ini digitalisasi global sedang mengalami perkembangan yang pesat sehingga meningkatkan efisiensi dan pengalaman pengguna dalam berbagai aspek, termasuk industri vertikal, pelayanan masyarakat, dan lain sebagainya. Hasil laporan GCI mengungkapkan bahwa konektivitas global meningkat sebesar 5% pada tahun 2015,” ujar William Xu, Huawei Executive Director of the Board, Chief Strategy Marketing Officer. Dia menambahkan menambahkan “Huawei akan berkolaborasi dengan mitra-mitra di industri ini untuk membangun ekosistem terbuka. Huawei akan melanjutkan strategi pipa (pipe strategy), fokus terhadap infrastruktur TIK, dan perangkat pintar. Untuk mewujudkan hal ini, Huawei akan melanjutkan kerja sama dengan perusahaan konsultan, pengembang aplikasi, integrator sistem, dan mitra channel.”

Kolaborasi dari semua pelaku industri juga dibutuhkan untuk menciptakan industri TIK yang terbuka. Hingga saat ini, Huawei telah mendirikan lebih dari 10 laboratorium terbuka di seluruh dunia untuk inovasi bersama dan penyebaran layanan komersial yang cepat. Disamping itu, Huawei menjadi pelopor terbentuknya Komunitas Open ROADS untuk berbagi pengalaman dan mencapai konsensus dengan industri serta memfasilitasi transformasi operasi.

Sheng Kai, CEO Huawei Indonesia, mengatakan “Huawei Indonesia fokus pada konsumen dan selalu berusaha untuk membantu konsumen agar sukses sehingga dapat mencapai kesuksesan bersama. Melalui komitmen kami untuk tetap terbuka, berkolaborasi, dan berbagi kesuksesan, kami akan menciptakan nilai lebih untuk konsumen kami, berkontribusi terhadap ekosistem TIK yang sehat, serta menciptakan kemajuan sosial. Huawei akan terus bekerja sama dengan para mitra untuk menciptakan ekosistem cloud yang terus berkembang, tidak hanya di dunia tapi juga di Indonesia. Sebagai penyedia infrastruktur TIK global terkemuka, Huawei berkomitmen untuk menjadi advokat, promotor, dan pemimpin cloudification seutuhnya.”

Dalam acara ini, Huawei juga mengumumkan Internet of Things (IoT) sebagai salah satu prioritas utamanya. Setelah menanamkan investasi jangka panjang dan menerapkan keahliannya dalam bidang TIK, Huawei berhasil membuat terobosan yang luar biasa dengan solusi utama untuk sistem operasi IoT, perangkat chip, solusi akses jaringan, dan platform. Bersama dengan mitranya, Huawei telah berinovasi dan mengadopsi solusi untuk berbagai sektor, termasuk Internet of Vehicles (IoV), energi, manufaktur, dan smart homes.

(Visited 80 times, 1 visits today)

Share artikel ini melalui:
Share on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone

About the Author

Meutia Ahri


Latest
 
 

Read more:
teslacrypt-closed
File Terenkripsi TeslaCrypt Dapat Diperbaiki

Cukup mengejutkan dan menggembirakan bagi korban yang terkena ransomware TeslaCrypt. Pembuat malware ini merilis master decryption key yang dapat digunakan...

Close