Panduan Teknologi Penuh Inspirasi

 


Yang Salah Dari Linux (dan Windows)

1
Posted February 2, 2016 by Bernaridho I. Hutabarat in Opini

 

Dalam menguji mesin waktu, saya berkesempatan bertemu Shakespeare yang mengatakan “What’s in a name? Roses with others names smell as sweet“.

Berhubung saya berasal dari waktu yang lain, saya menunjukkan nama-nama folder dan files dari Linux dan Windows kepada Shakespeare dan mengatakan kepadanya “They ain’t sweet”. 

Ya pembaca, nama-nama seperti usr, bin, dev, dan sbin sangat tidak sweet. Mengapa pelit sekali menambahkan beberapa byte untuk nama folder? Harddisk saat ini sudah berukuran Terabyte. Sulitkah menambahkan satu byte untuk mengubah /usr menjadi /user? Sulitkah menambahkan 3 byte untuk mengubah bin menjadi binary, dan dev menjadi device?

Mengapa nama runnable-code files juga sangat tidak friendly? Nama-nama seperti cp, ls, lpr, ln, dan rm bagi saya amat menjengkelkan. Apa susahnya mengganti cp dengan copy, ls dengan list, lpr dengan print, dan rm dengan remove? Saat bekerja di AS, saya terlibat “flame” dalam suatu forum diskusi sebuah majalah komputer di sana tentang hal ini. Ada salah satu komentar pembaca yang masih diingat “The short commands save my keystrokes, but don’t save my brain”.

Seseorang mengatakan, sesuatu yang singkat memang ciri Unix dan Linux. Dia lupa minimal dua contoh yang sebaliknya: include dan export. Kalau programer Linux dan C bersedia memakai kedua kata itu (yang notabene lebih friendly) dan tidak pelit dalam kedua kasus ini, kenapa tidak menerapkannya untuk kasus-kasus lain? Bahkan dalam hal ini, Linux/Unix people lebih boros. Desainer Turbo Pascal memakai use (3 karakter), lebih singkat daripada
include (7 karakter). Desainer DOS memakai set (3 karakter), lebih singkat daripada export. Hmm, kalau pembuat Unix mau memakai 6 byte untuk “nama” export, kenapa tidak memakai 6 byte juga untuk “nama” device?

Nama-nama yang terlalu singkat mengundang ambiguitas dan terus-terang saja, sekarang dapat dikatakan sebagai asal-asalan. Folder /dev mengundang ambiguitas: itu folder development atau folder tentang devices? Folder /bin bukanlah tentang binary file. Kalau Anda simak, untuk saat ini banyak text files juga bisa ada di sana. Jadi, sebenarya nama “bin” itu mengacu apa?

Windows tidaklah luput dari cacat penamaan. Tetapi, ada perbedaan kontras antara Linux (dan Unix-like OSes) dengan Windows. Bila nama-nama di Linux ekstrim pendek, maka nama-nama di Windows ekstrim panjang.

Hmm, nama folder Documents and Settings itu terlalu panjang. Apakah perancang Windows tidak bisa memikirkan nama yang lebih baik? Nama Profiles yang diterapkan pada Windows NT 4.0 (Client dan Server) sudah tepat, dan ringkas.

Nama folder Program Files dan Common Files juga terlalu panjang. Setelah belajar tentang Windows NT 4.0 saya akan selalu ganti nama kedua folder ini pascainstalasi. Nama Program Files saya selalu ganti dengan Program, sehingga nama folder di disk saya biasanya C:\Program. Beberapa pembaca pernah melihat sendiri fakta ini walau saya sedang tidak memakai NT 4.

Masih ada beberapa nama folder lain yang terlalu panjang. Tiga nama yang saya ingat, Temporary Internet Files, IIS Temporary Compressed Files, dan Downloaded Program Files. Selain itu, deskripsi “File Types” di Windows Explorer sering terlalu panjang, terutama untuk program dari Microsoft (misal SQL Server 2005 dan Office 2007).

Nama “My Documents” pun mengganggu, bersumber dari dua kata pembentuknya. Documents jelas bukan kata yang tepat. Yang di dalam tidak selalu document. Seperti bisa kita saksikan, sub-folders dari My Documents ini sejak Windows XP adalah “My Music”, “My Pictures”, dan “My Videos”. Kata “Data” lebih tepat dibanding “Documents”. Kata “My” juga mengganggu. Sudah jelas “My Documents” akan berada di sub-folder yang memakai nama user.

Unix/Linux tidak memakai kata “My”. Cukup /home/<nama-user>. Penggunaan “My” pada programming saat ini berlebihan. Windows bukan satu-satunya yang terkena penyakit ini. Bahasa pemrograman PERL memakainya. Saya yakin ada sistem pemrograman lain yang juga memakainya. Apa sebenarnya guna “My”? Untuk namespace. Orang-orang pengusul pemakaian substring “My” ini seharusnya belajar tentang namespace, belajar dari sejarah bahwa
banyak pemakaian namespace yang sukses tanpa memakai My. Contohnya Unix dan Turbo Pascal.

(Visited 661 times, 1 visits today)

Share artikel ini melalui:
Share on Facebook18Tweet about this on TwitterShare on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone

About the Author

Bernaridho I. Hutabarat
Bernaridho I. Hutabarat

Bachelor in Software Engineering, Master degree in Telecommunication, Ph.D in Electrical Engineering. Doctoral dissertation about Programming Theory, Orthogonality.

  • Setelah baca aku juga jadi ngerasa ada yang aneh dengan penamaan folder di windows dan linux

Latest
 
  • Huion H640 H950
 

Read more:
Data Mining : Penerapan yang Penting Namun Tidak Disadari

Apa yang akan disampaikan praktisi dan akademisi TI bila kita ajak berdiskusi tentang data mining? Saya menduga akan ada beberapa...

Close