Panduan Teknologi Penuh Inspirasi

 


Kuliah Dapat Apa?

0
Posted January 22, 2016 by Maykada Harjono in Opini

Seorang sarjana adalah kaum intelektual yang kaya ide dan punya keahlian.

Ketika mendampingi sejumlah pelatihan mahasiswa, saya kadang menyampaikan pertanyaan di atas, “Dapat apakah kalian selama kuliah di kampus?” Jawabannya bisa bermacam macam. Namun, bagaimana bila jawabannya, “Tidak dapat apa-apa?” Terdengar ironis, tetapi itulah yang terjadi bila menjalani pendidikan hanya sebatas formalitas. Setelah jauh melewati masa-masa kuliah, biasanya baru muncul kesadaran ini. Kesadaran yang cukup terlambat. Bila saya tarik mundur ketika menjalani kuliah S1 dan S2, banyak hal bersifat rata-rata saja. Tidak ada keahlian yang benar-benar terbentuk, misalnya menjadi programmer andal.

Kalaupun saya menjadi ahli di suatu bidang, itu adalah hasil dari ketekunan pribadi. Ketekunan yang berasal dari hobi atau kebutuhan pekerjaan, bukan dari tugas-tugas kuliah. Memang seorang mahasiswa dituntut belajar mandiri, tetapi nyatanya tidak semua memiliki kesadaran tersebut. Terbukti ketika menghadapi para mahasiswa di atas, belum terlihat keahlian yang benar-benar bisa diharapkan. Saya bingung dan mereka pun ikut bingung. Biasanya saya lalu menitipkan pesan, jadilah piawai di bidang masing-masing. Bila masuk di jurusan informatika, jadilah pembuat program yang tangguh. Jangan menyia-nyiakan waktu kuliah untuk tidak
menjadi apa-apa. Kerugian uang bisa ditutupi, tetapi kerugian waktu tidak bisa dicari gantinya.

Media pembelajaran saat ini pun begitu lengkap. Banyak hal bisa digali dan dipelajari sendiri melalui Internet. Sarana komunikasi juga sedemikian lengkap dan murah sehingga terbuka banyak peluang sekaligus tantangan. Barangkali yang dibutuhkan sekarang adalah dedikasi. Pengorbanan tenaga, pikiran, dan waktu demi keberhasilan suatu usaha atau tujuan mulia. Pengabdian terhadap satu bidang atau tujuan menjadi barang langka di era serba cepat ini.

Terasa ada yang salah saat membaca berita, ada ribuan sarjana melamar menjadi pengemudi GO-JEK, layanan transportasi berbasis motor yang sedang populer. Memang sah-sah saja mencari uang dengan berbagai cara namun mengapa repot-repot menjadi sarjana bila ingin menjadi pengemudi ojek? Tidak banyak keahlian yang bisa dikembangkan dari situ, malah nyaris tidak ada. Mengorbankan intelektualitas demi uang tentulah tindakan keliru.

Apalagi di era kompetisi berbasis inovasi seperti sekarang, kekuatan ide adalah menentukan. Seperti GO-JEK yang merupakan ide seorang sarjana yang berhasil diwujudkan. Seorang mahasiswa dan sarjana diharapkan berkontribusi melalui keahlian pikirnya. Hal ini bukan semata-mata persoalan idealisme, tetapi cara pandang yang benar. Barangkali dulu para pelamar tersebut kuliah hanya sekadar agar tidak menganggur sehingga tidak mendapatkan apa-apa.

Seorang peneliti di bidang teknologi informasi, Romi Satria Wahono, menuliskan proses pembelajaran saat kuliah S1, S2, dan S3 di Jepang dalam sebuah e-book berjudul, “Dapat Apa Sih dari Universitas?”. Menurutnya, mahasiswa diharapkan mendapat pengetahuan, keterampilan, teknik, sikap dan pengalaman setelah lulus kuliah. Memang seperti itu idealnya. Meskipun menurut saya esensi sebenarnya adalah mengurangi tidur dan memperbanyak kerja.

Kita bisa mencermati laporan dari Georgetown University, USA, pada Agustus 2015. Dari 2,9 juta pekerjaan berpenghasilan baik di tahun 2010 hingga 2014, sebanyak 97% diperuntukkan bagi tingkat sarjana. Hal ini menunjukkan, pekerjaan di era sekarang dan masa depan sangat membutuhkan tenaga -tenaga ahli di bidangnya. Bagi negara maju seperti Amerika, syarat pendidikan bukan formalitas belaka, tetapi memang itu yang dibutuhkan. Menarik pula membaca tulisan seorang rekan di Facebook. Perbedaan nasib baik dan buruk manusia, kesuksesan dan kegagalan, bukanlah karena kehebatan ilmu, harta berlimpah, tubuh yang sempurna, atau banyak berdoa. Melainkan dari cara berpikir. Orang pesimis melihat kesulitan dalam setiap peluang, sedangkan orang optimis melihat peluang di setiap kesulitan.

Jadi, dapat apa setelah kuliah? Mendapatkan cara pikir yang benar menghadapi masa depan yang lebih baik. Jadikan masa-masa kuliah untuk menambang ide dan mengasah keahlian. Janganlah uang menjadi tujuan karena setelah itu kita akan gundah bertanya, “Sesudah ini apa lagi?” Selanjutnya, diikuti dedikasi dan kerja keras untuk mewujudkan ide-ide tersebut. Keberhasilan hanyalah soal waktu.

(Visited 376 times, 1 visits today)

Share artikel ini melalui:
Share on Facebook8Tweet about this on TwitterShare on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone

About the Author

Maykada Harjono
Maykada Harjono


Latest
 
  • Huion H640 H950
 

Read more:
Dinamika FBI vs Apple
Dinamika FBI vs Apple

Kisruh antara FBI dan Apple mengenai permintaan dibuatkannya backdoor pada iOS menyangkut urusan kriminalitas kian memanas.  Obama sendiri ikut berkomentar...

Close