Panduan Teknologi Penuh Inspirasi

 


Uptime Server dan Cara Pengukurannya

0
Posted June 29, 2015 by Joko Nurjadi in Know How

Bayangkan suatu pagi seperti biasa Anda memulai kegiatan rutin dengan membuka Facebook untuk menulis status yang sudah Anda ingat-ingat sejak semalam, alangkah kagetnya saat Anda mendapatkan website Facebook tidak dapat diakses! Hal itu pun menjadi topik heboh walaupun mungkin Facebook hanya tidak bisa diakses dalam hitungan menit.

Salah satu penyebab website tidak dapat diakses adalah karena server down. Hal ini bisa jadi diakibatkan adanya pemeliharaan (maintenance) server, atau server sedang di-reboot, dan berbagai hal teknis lainnya. Semua server dapat mengalaminya sehingga sebenarnya bukanlah hal aneh jika sebuah website down selama waktu tertentu. Namun untuk website yang sangat sering dikunjungi, down sebentar saja dapat menjadi berita hangat. Tentu ada penyebab lain misalnya masalah jaringan, namun umumnya seseorang akan mengatakan “wah, servernya down!” saat tidak dapat mengakses sebuah website.

Lawannya down adalah up, karena itu kita mengenal istilah uptime server (atau uptime network, uptime website dan sebagainya). Yaitu waktu server dan berbagai layanannya up (beroperasi) sehingga dapat terus diakses. Jadi jika dikatakan sebuah layanan hosting/ server menjamin uptime 100%, maka dijamin bahwa layanan tersebut tidak pernah down. Sebaliknya jika Anda mendengar istilah downtime server, berarti mengacu pada waktu server tidak beroperasi. Jika Anda mencari layanan hosting untuk website Anda, mungkin beberapa layanan akan menyebutkan salah satu keunggulannya adalah memilki uptime dengan persentase yang tinggi, misalnya uptime 99.9%. Istilah uptime lebih sering digunakan. Mungkin karena uptime 99.9% terdengar menarik dibandingkan downtime 0.1% walaupun artinya sama.

100% Uptime?

Umumnya kita selalu mencari yang terbaik. Dalam hal uptime server dan layanannya, tentunya kita lebih tertarik pada 100% uptime daripada 99.9% uptime. Namun apakah 100% uptime masuk akal sementara Facebook saja pernah tidak dapat diakses? Sebuah server bagaimanapun juga sangat kompleks, bisa jadi terdapat permasalahan hardware/ software/ jaringan, atau bahkan ancaman keamanan dari pihak luar yang dapat mengganggu server. Jika Anda menemukan ada layanan yang menjamin 100% uptime, baca baik-baik ketentuannya. Bisa jadi Anda akan mendapatkan 100% uptime server tersebut TIDAK termasuk maintenance, atau 100% uptime dalam 1 bulan yang mana masih cukup masuk akal, namun apakah dijamin 100% uptime selama 1 tahun atau lebih? Nah, dengan berbagai kondisi tersebut Anda tidak dapat mengharapkan 100% uptime yang murni. Anggaplah jika dalam sebulan terdapat 10 kali maintenance masing-masing selama 1 jam yang mengakibatkan server tidak beroperasi, Anda tidak dapat menyalahkan ketentuan layanan tersebut.

Mengukur Uptime Server

Bagaimana jika Anda telah memiliki website dan ingin menguji sendiri berapa % uptime-nya? Melakukannya secara manual jelas tidak mungkin, Anda perlu tool dan kabar baiknya adalah tersedia tool online gratis yang dapat Anda gunakan, antara lain Uptime Robot (www.uptimerobot.com) atau Basic State (www.basicstate.com). Anda dapat memasukkan alamat website yang ingin dimonitor dan saat website tersebut tidak dapat diakses, Anda akan menerima notifikasinya melalui e-mail.
uptimerobot

Demikian penjelasan singkat uptime server dan cara pengukurannya, semoga berguna 🙂

(Visited 767 times, 1 visits today)

Share artikel ini melalui:
Share on Facebook0Tweet about this on TwitterShare on Google+0Share on LinkedIn0Email this to someone

About the Author

Joko Nurjadi
Joko Nurjadi

... just another name and form.

Latest
 
 

Read more:
Portofolio Keamanan Endpoint Avast Terbaru Hadirkan Jaringan Deteksi Terluas untuk SMBs

Tiga Tingkat Perlindungan untuk Bisnis, Menyederhanakan Keamanan dan Memastikan Kesinambungan Bisnis Jakarta, September 2017 – Avast, perusahaan keamanan digital terdepan...

Close